Perbedaan Lantai Granit dan Keramik Yang Harus Kamu Ketahui

Perbedaan Lantai Granit dan Keramik Yang Harus Kamu Ketahui

Sebagai bagian penting pada sebuah rumah, sebaiknnya material penutup lantai dipilih dengan saksama. Selain dari segi estetika, dalam memilih material penutup lantai, perhatikan juga sisi fungsionalnya. Terutama untuk area yang high traffic, sehingga membutuhkan material penutup lantai yang menunjang padatnya aktifitas dan mobilitas di area tersebut.

Ada beberapa jenis material yang dapat digunakan sebagai penutup lantai, tetapi terdapat dua material yang paling banyak digunakan yaitu lantai keramik dan lantai granit.

Namun, terdapat beberapa hal yang membedakan antara lantai keramik dan granit. Berikut merupakan perbedaan dari lantai keramik dan granit :

1. Proses Pembuatan

Proses Pembuatan Keramik

Keramik terbuat dari bahan clay merah, feldspar, dan pasir silika yang dibentuk dengan ukuran tertentu, kemudian dibakar dengan suhu 1.100 – 1.180°C. Kemudian, keramik yang telah melalui proses pembakaran akan dilapisi dengan bahan pengkilap pada bagian atasnya.

Proses Pembuatan Granit

Granite tile terbuat dari bahan dasar utama clay putih, feldspar, pasir silica, talc, kaolin dan dolomite. Melewati mesin press dengan tekanan tinggi (lebih dari 300 kg / cm²). Proses pembakaran harus dilakukan dengan suhu yang sangat tinggi (diatas 1200 °C).

2. Window Frame

Window frame merupakan garis berwarna putih yang tidak tertutup bahan perwarna di sekeliling pinggiran keramik. Window frame muncul akibat proses pembuatan yang berbeda dengan granit. Sedangkan granite tile, tidak memiliki window frame dan lebih presisi.

3. Kerataan Permukaan

Permukaan keramik tidak benar-benar rata. Permukaannya sedikit bergelombang akibat dari pelapisan glaze yang tidak menyebar secara merata. Sedangkan granit, memiliki kerataan permukaan, kepadatan, dan tingkat kecerahan yang lebih baik dari pada keramik.

4. Daya Serap Air

Keramik memiliki daya serap air mencapai lebih dari 3%, sehingga sebelum diaplikasikan keramik perlu direndam air terlebih dahulu untuk menghindari lantai keramik terlepas atau popping. Sedangkan granit dapat langsung diaplikasikan tanpa direndam air terlebih dahulu karena memiliki pori-pori yang kecil dan daya serap airnya yang rendah, yaitu kurang dari 0,5%. Hal tersebut juga membuat lantai granit lebih mudah dalam perawatannya dibandingkan dengan keramik.

5. Daya Tahan Terhadap Beban

Ketahanan terhadap beban antara keramik dan granit juga berbeda. Untuk keramik daya tahan bebannya sebesar 200kg/cm2. Sedangkan pada granit, daya tahan bebannya mencapai lebih dari 300kg/cm2.

6. Harga

Perbedaan proses pembuatan dan penggunaan bahan dasar material yang berbeda berpengaruh terhadap harga jual antara granit dan keramik. Lantai granit memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan keramik karena dari segi kualitas, lantai granit dapat dikatakan lebih unggul daripada keramik.

Itulah beberapa perbedaan antara lantai granit dan keramik yang perlu Anda ketahui. Dengan mengetahui perbedaan tersebut, Anda dapat menentukan material penutup lantai yang Anda gunakan sesuai dengan yang dibutuhkan pada hunian Anda.